Ketika engkau datang 3 tahun 4 bulan lalu ke Anfield, jutaan pasang mata fans Liverpool FC di seluruh dunia terpicing. Siapakah engkau? Sehebat apa dirimu bisa menangani tim pemilik trophy paling banyak di seantero Britania Raya?

Mereka tak menyangka, FSG sebagai konsorsium pemilik modal memilih dirimu sebagai pengganti Kenny Daglish, sang legenda yang hanya berhasil memberi gelar juara Piala Liga dalam 2 tahun terakhir kepemimpinannya. Teramat wajar. Jujur saja, tak banyak orang yang tahu namamu, Brendan Rodgers, sebelum engkau resmi dinyatakan sebagai manajer Liverpool FC.

Datang dari Belpast, Irlandia Utara, negara yang di kawasan Britania Raya dianggap kelas dua, dan terakhir menangani Swansea FC, tim yang naik turun dari Divisi Championship, membuatmu tak termasuk jajaran pelatih yang kerap jadi perbincangan publik. Bahkan, namamu masih dibawah bayang-bayang Roberto Martinez yang disebut-sebut oleh sebagian besar fans Liverpool FC saat itu.

Namun, FSG tentu punya pertimbangan khusus untuk menjatuhkan pilihan padamu. Mereka mungkin terkesan dengan filosofi permainan bola-bola pendek nan atraktif yang dipertunjukkan sekumpulan pemain muda Swansea kala engkau tangani.

BRod4

Fans tetaplah fans. Pada akhirnya, siapapun pelatih Liverpool FC bagi mereka tak jadi soal. Yang penting bisa membawa tim ini mengangkat trophy sebanyak mungkin, khususnya juara Liga Inggris yang terakhir kali direngkuh tahun 1989 lalu.

Mereka juga mafhum, menangani tim tak bisa instan langsung berprestasi, apalagi bagi tim seperti Liverpool FC yang tak punya tradisi (dan tak punya cukup uang) untuk membeli pemain-pemain berlabel bintang kelas satu. Karena itu, ketika musim pertamamu hanya berakhir di peringkat ketujuh Liga Inggris, para fans tetap menuliskan tagar ‪#‎InBrendanWeTrust di akun-akun media sosial.

Tagar itu beberapa kali sempat menjadi trending topic. Sungguh, suatu penghormatan luar biasa buat seorang pelatih tim bersejarah panjang dan bernama besar yang gagal membawa timnya berlaga ke Europe League sekalipun. Sejenak mereka melupakan Kenny Daglish, sang pujaan sejak jadi pemain hingga jadi pelatih.

Musim keduamu (2013-2014) adalah masa terindah bagi fans The Reds, setidaknya dalam kurun 6 tahun terakhir ini. Saat itu, fans begitu menikmati permainan atraktif yang dipertunjukkan oleh pasukanmu. Harapan juara Liga Inggris tiap pekan semakin meyakinkan ada di depan mata.

Lima pekan sebelum musim berakhir, lagu untukmu pun mulai dinyanyikan oleh Kopites, sebutan buat pendukung Liverpool FC. Lagu itu bergema di stadion dan di cafe-cafe tempat nonton bareng;

“Brendan Roooodgers!

Brendan Roooodgers!

Brendan Rodgers Liverpool

We’re on our way to glory

Built the team like Shankly did

And kids will have a story…”

BR

Sayang, terpelesetnya seorang Gerrard di laga penting melawan Chelsea, membuyarkan semua mimpi-mimpi indah fans, dan mimpimu juga tentunya. Tak ada yang bisa dipersalahkan, karena apapun faktanya Liverpool FC telah tampil begitu perkasa. Kendati akhirnya cuma duduk di peringkat dua terpaut 1 poin dari Manchester City, namun pasukanmu tercatat sebagai tim paling produktif mencetak gol.

“Musim depan adalah musim kita! Rodgers akan semakin matang,” demikian kata banyak fans Anfield Gank menutupi kekecewaannya.

Sama sekali tak ada nada menuntutmu hengkang, walau kenyataannya di dua musim itu engkau tak memberi gelar apa-apa. Dalam kompetisi, yang dihitung sebagai juara adalah juara satu, bukan juara dua.

Kepergian Suarez yang ingin mencoba peruntungan ke Barcelona jelang musim ketigamu, awalnya tak begitu merisaukan banyak fans. Mereka haqqul yakin dengan kejeniusanmu akan bisa menemukan sesosok pemain dengan kemampuan setara Suarez.

Saat dirimu mendatangkan Mario Balotelli, sejenak para fans menepikan kepergian Suarez. Siapa yang berani meragukan kualitas Super Mario saat itu?

Dari hasil transfer Suarez, engkau menjadi orang kaya baru yang punya banyak uang merekrut pemain-pemain mentereng. Katakanlah ada peran Komite Transfer bentukan FSG yang menentukan pemain-pemain rekrutan baru itu, namun engkau sebagai manajer tim tetap sebagai penanggung jawab penuh.

Uang banyak itu kemudian sebagian besar engkau belanjakan untuk mendatangkan sejumlah pemain muda. Ini mungkin sejalan dengan konsep manajemen “MoneyBall” yang dibawa FSG ke Liverpool. Konsep yang semula berkembang di dunia bisbol ini berusaha mencari pemain-pemain yang tidak terlalu sering terdengar di media, namun secara data atau statistik memiliki kemampuan prospektif.

Engkau berhasil menjalankannya saat merekrut Philippe Countinho dan Daniel Sturridge. Sialnya, sebagian besar malah berakhir sebagai pemain pinjaman kesana kemari, dan bahkan dijual kembali tanpa pernah mendapat kesempatan bermain yang memadai.

Kesabaran fans mulai mengikis setelah di akhir musim ketigamu Liverpool FC hanya duduk di tangga ke enam. Lolos ke Europe League jelas bukan pencapaian yang menyenangkan bagi sebuah tim sebesar Liverpool FC.

BRod3

Suara sumbang agar engkau dipecat mulai menggema. Apalagi sejak kepergian sang ikon, Steven Gerrard, yang disebut-sebut karena keenggananmu memakainya sebagai asisten pelatih, membuat banyak fans menaruh benci. Semakin menjadi, setelah fans melihat Skrtel dkk tampil terengah-engah di awal musim, dan kalah memalukan 1-3 dari musuh bebuyutannya, Manchester United.

Ocehan dan nyinyiran para fans mulai berbentuk petisi memintamu hengkang. Nama Juergen Klopp atau Carlo Ancelotti lebih meyakinkan mereka. Mereka mulai mengungkit besarnya materi yang engkau gelontorkan, dan dianggap sudah tak sebanding dengan hasil yang ditorehkan.

Fans tak pernah salah. Lihat saja, selama menduduki kursi manajer di klub Merseyside ini, engkau telah menghabiskan sekitar 190 juta euro di bursa belanja pemain. Jumlah tersebut lebih besar dari aktivitas belanja juara Liga Inggris musim lalu, Chelsea, yang “hanya” mengeluarkan sekitar 123 juta euro dalam kurun waktu yang sama.

Memang, tingginya total transfer tidak serta merta menjadikan satu klub mendapatkan banyak trophy. Misalnya saja Manchester United yang tiga musim terakhir telah menggelontorkan sekitar 312 juta euro, toh tak dapat apa-apa juga.

Make us dream

Namun, kerinduan fans Liverpool FC untuk merasakan gelar juara Liga Inggris tentu jauh lebih besar. Sang musuh abadi, Manchester United, musim 2012-2013 lalu terakhir merasakannya, sedangkan Liverpool FC sudah 25 tahun lalu!

Tentunya engkau paham akan hal ini, Tuan Rodgers. Dan pasti engkau ingat pada Rafa Benitez yang juga didepak kendati memberi gelar juara Liga Champions tahun 2005, tapi dia gagal membawa Liverpool FC juara Liga Inggris dalam kurun 4 tahun kepemimpinannya. Bukannya engkau sudah masuk musim ke empat juga?

At least, thank you, Brendan Rodgers. All the best for you! Good luck in the future. ‪#‎YNWA

 

Text: Rahmad Nur Lubis @ramsmagara –  Bigreds Regional Medan; Editor: LB

BRod3 BRod4 BR BRod4 BRod2

BIGREDS Official Portal Apps - Get it on Google Play

70-410    | 70-488    | 70-461    | MB5-705    | 200-120    | 70-486    | 70-411    | 70-480    | 70-346    | 70-462    | 70-347    | 70-412    | 70-483    | 70-417    | MB2-703    | 70-331    | 220-802    | C4040-252    | 1Z0-061    | 70-487    | 400-101    | CCD-410    | 100-101    | MB2-700    | 1Z0-060    | 70-463    | EX200    | C4040-250    | 300-115    | 640-554    | 70-533    | 70-532    | VCP550    | 1Z0-803    | 220-801    | 300-101    | 70-467    | 70-410 exam    | C4040-252 exam    | C4040-252 exam    | 70-483 exam    | mb2-703 exam    | C4040-252 exam    | C4040-252 exam    | 70-417 exam    | mb2-703 exam    | C4040-252 exam    | C4040-252 exam    | 200-120 exam    | 200-120 exam    | 220-802 exam    | 200-120 exam    | 70-417 exam    | 200-120 exam    | 70-331 exam    | 70-483 exam    | C4040-252 exam    | 200-120 exam    | 70-483 exam    | C4040-252 exam    | C4040-252 exam    | 70-412 exam    | mb2-703 exam    | 70-417 exam    | 200-120 exam    | mb2-703 exam    | 70-412 exam    | 70-483 exam    | C4040-252 exam    | 70-412 exam    | 220-802 exam    | 70-412 exam    | mb2-703 exam    | 70-417 exam    | 70-412 exam    | 70-483 exam    | 220-802 exam    | mb2-703 exam    | 70-331 exam    | 70-483 exam    | 70-483 exam    | 200-120 exam    | C4040-252 exam    | 70-417 exam    | mb2-703 exam    | 70-331 exam    | 220-802 exam    | 220-802 exam    | 200-120 exam    | 70-483 exam    | 70-483 exam    | 220-802 exam    | 70-412 exam    | C4040-252 exam    | 70-483 exam    | 200-120 exam    | 70-483 exam    | 70-412 exam    | 70-483 exam    | 70-412 exam    | 220-802 exam    | 200-120 exam    | 70-417 exam    | 70-483 exam    | C4040-252 exam    | 70-417 exam    | C4040-252 exam    | 70-461 exam    | 70-412 exam    | 070-410    | 70-410    | 70-488    | 70-461    | MB5-705    | 200-120    | 70-486    | 70-411    | 70-480    | 70-346    | 70-462    | 70-347    | 70-412    | 70-483    | 70-417    | MB2-703    | 70-331    | 220-802    | C4040-252    | C_TADM51_731    | 1Z0-061    | 70-487    | 400-101    | CCD-410    | 100-101    | MB2-700    | 1Z0-060    | 70-463    | EX200    | C4040-250    | 300-115    | 640-554    | 70-533    | 70-532    | VCP550    | 1Z0-803    | 220-801    | 300-101    | 70-467    | 70-486    | CCA-332    | 1Z0-567    | 70-412    | 70-465    | 9A0-127    | 050-699    | E22-189    | 70-347  | 70-688  | 70-336  | 70-484  | 210-455  | AND-401  |