Permisif mungkin sifat ini melekat dalam diri saya. Terlalu mentolerir hal-hal yang buat banyak orang kurang atau bahkan tidak pada tempatnya. Dalam tulisan ini jelas saya tidak akan membahas permisifnya saya dalam mensikapi hal-hal yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Karena permisifnya saya ini berlaku juga dalam hal saya mendukung Liverpool FC.

Dua pertandingan pertama musim 15/16 sudah dilewati oleh klub kesayangan kita. Dari sana, Liverpool meraih poin penuh, enam dari dua kemenangan. Bertengger di posisi 3 klasemen sementara, dan menjadi satu dari tiga tim yang belum kebobolan gol. Prestasi ?

Menyimak alur lini masa saya di social media, banyak sesama pendukung LFC yang meski puas dengan “prestasi” yang saya sebutkan tersebut, masih mengeluhkan penampilan tim yang jauh dari kata memuaskan. Ada yang sekedar menyatakan tidak puas, ada yang sampai mengemukakan alasannya, ada pula yang secara tendensius beranggapan bahwa penampilan membosankan tim adalah karena manager LFC kurang capable

Bagaimana dengan saya? Sama saja, saya juga tidak puas dengan penampilan tim di dua laga kemarin. Dan di sinilah saya kembali merasa permisif. Ketidakpuasan saya dengan penampilan tim, adalah hal yang bisa dimaklumi, karena beberapa alasan. Permisif yang beralasan. Mungkin lebih tepatnya demikian.

Rehabilitasi & Restrukturisasi

Setelah dengan gemilang, membawa asa untuk meraih gelar juara, bahkan sempat membumbung tinggi di musim 13/14, musim 14/15 klub yang sudah belasan tahun saya dukung ini mendadak sakit. Ya, kata sakit adalah yang saya sematkan untuk LFC di musim 14/15 kemarin. Terlalu banyak borok yang harus disembuhkan.

Kondisi sakit ini diperparah dengan keputusan icon, living legend, kapten sekaligus putra daerah Liverpool, Steven Gerrard untuk hijrah ke negeri Paman Sam. Raheem Sterling yang digadang untuk bisa memperkuat lini serang Liverpool, memutuskan bergeser 55 km ke timur demi berusaha mewujudkan keinginannya berkalung medali tiap akhir musim bersama Manchester City.

3

Atas kondisi tersebut, manajemen klub sudah merespon dengan sigap. Rencana restrukturisasi dan rehabilitasi pun disusun. Ini tak hanya melulu untuk tubuh tim, tapi juga jajaran staff pelatih. Untuk tim, manajemen bergerak cepat untuk mendapatkan pemain yang menurut Brendan Rodgers dibutuhkan untuk meningkatkan performa tim. Di jajaran pelatih, direkrutlah Sean O’Driscoll yang dianggap kenyang pengalaman untuk bisa melengkapi ide-ide segar milik Rodgers. Gary Macca, sosok ex-player yang jadi idola fans juga diajak bergabung untuk menularkan pengalamannya, menanamkan The Liverpool Way secara intensif, atau mungkin diharapkan bisa menjadi mentor bagi para pemain muda agar bisa muncul Gerrard-Gerrard yang lain.

Sayangnya, program perekrutan pemain yang sedianya untuk memulihkan kinerja, dengan hengkangnya dua sosok kunci dari tim, akhirnya harus berubah makna menjadi program pencarian pengganti. Benteke adalah tebusan atas kegagalan mendapatkan striker tajam sepeninggal Suarez. James Milner diharapkan dapat melakoni peran Steven Gerrard sebagai pengendali dari lini tengah. Roberto Firmino yang tadinya diboyong untuk melengkapi trisula serang, sekarang seolah diharapkan bisa berkontribusi sama atau mungkin lebih dari Raheem Sterling. Nathaniel Clyne dianggap akan lebih mumpuni mengisi lini pertahanan kanan, yang dianggap rapuh seiring menurun dan cederanya Glen Johson musim lalu.

Kondisi perubahan dari rencana awal melengkapi menjadi pengganti ini, menurut saya menjadi beban tersendiri bagi para pemain rekrutan baru ini. Faktor pemain yang mereka “gantikan” posisinya, hasrat untuk menampilkan performa yang setidaknya sama, dan mahar besar untuk kepindahan mereka, saya yakini sedikit banyak ada di pikiran Benteke, Clyne, Firmino, dan Milner.

Ini menurut saya menjadi faktor pertama yang menyebabkan masih belum cantiknya permainan Liverpool di dua laga awal kemarin.

Fitness Issue

Saya pribadi sebenarnya tidak terlalu setuju dengan pre-season tour, yang pada dasarnya adalah lebih focus kepada faktor komersial. (Hmmm. Kecuali saat Liverpool FC dibawa mengunjungi Jakarta, dua tahun lalu) Pre-season tour ini biasanya harus melawat ke benua lain. Perjalanan yang ditempuh sangat meletihkan. Pertandingan yang digelar pun kebanyakan melawan selection, all stars atau sejenisnya. Bukan melawan tim yang sudah benar-benar terbentuk sebagai suatu kesatuan. Kombinasi dari kondisi-kondisi tersebut selain meletihkan buat pemain, juga tidak bisa menguji kemampuan maksimal pemain. Paling tidak itu opini saya yang awam tentang ilmu fitness.

4

Belum lagi fakta adanya turnamen internasional di jeda musim. Periode ini, Firmino dan Coutinho harus memperkuat Brazil di Copa America. Sementara Emre Can, harus memimpin squad U-21 Jerman berlaga di Euro U-21. Tiga pemain ini, saya berani bilang akan menjadi core players untuk Liverpool musim ini. Selepas menjadi duta negara, ketiganya hanya berlibur sesaat, untuk kemudian segera bergabung dengan tim yang juga baru kembali dari pre-season tour

Meletihkan.

Chemistry

Dalam dua laga kemarin, starting XI LFC dihuni oleh 4 pemain baru (Benteke, Milner, Clyne, Gomez), 3 pemain yang musim lalu harus berbagi waktu bermain (Ibe, Lallana, Lovren). Coutinho “terlambat” bergabung untuk pre-season training. Ini berarti hanya menyisakan Skrtel dan Henderson sebagai outfield players yang mendapatkan tempat di starting XI secara regular.

Untuk bisa menjalankan pass and move, possession based football, atau istilah keren (yang akhirnya jadi dipakai untuk bahan nyinyir) tiki-taka, dibutuhkan chemistry kuat antara setiap pemain yang ada di lines up.

Bagaimana bisa chemistry terbentuk jika waktu latihan tersita untuk perjalanan antar benua. Bagaimana chemistry bisa terangkai dengan baik, ketika sebagian besar pemain adalah pemain yang baru bergabung dan dikenalkan dengan filosofi dan skema baru? Dan bagaimana bisa, chemistry terbentuk, ketika sebagian pemain masih belum mencapai level kebugaran yang memenuhi standar?

2

Tiga alasan di atas mungkin dianggap excuse bagi sebagian orang. Karena ada anggapan bahwa tim lain juga menjalani tour, pemainnya menjadi duta negara, dan sebagainya.

Lagi-lagi, sisi permisif saya menjawab. Tim lain tidak sesakit Liverpool FC musim lalu. Tim lain tidak banyak merubah line up nya. Mereka tidak melakukan restrukturisasi tapi “hanya” memperkuat. Dan, buat saya hanya Arsenal dan Manchester City yang menampilkan permainan sepakbola menawan di dua laga kemarin.

Permisif? Silakan anggap demikian. Tapi saya pikir, saya permisif beralasan. Akan tiba saatnya juga saya nanti ikut “meledak” mengkritik, jika saja performa tak kunjung membaik. Namun saya berharap, saya tidak perlu sampai meledak dan mengkritik, karena saya pun punya keyakinan bahwa seiring waktu, akan muncul permainan menawan laiknya yang disuguhkan di musim 2013/2014.

Bukankah pada musim itu, 2 laga awal LFC juga berakhir 1-0 (hey! Dibuka dengan kemenangan melawan Stoke juga) dan penampilan kurang greget?

Masih ada waktu untuk percaya …

 

@ryswanto ; editor: LB

2 4 3 1

BIGREDS Official Portal Apps - Get it on Google Play

70-410    | 70-488    | 70-461    | MB5-705    | 200-120    | 70-486    | 70-411    | 70-480    | 70-346    | 70-462    | 70-347    | 70-412    | 70-483    | 70-417    | MB2-703    | 70-331    | 220-802    | C4040-252    | 1Z0-061    | 70-487    | 400-101    | CCD-410    | 100-101    | MB2-700    | 1Z0-060    | 70-463    | EX200    | C4040-250    | 300-115    | 640-554    | 70-533    | 70-532    | VCP550    | 1Z0-803    | 220-801    | 300-101    | 70-467    | 70-410 exam    | C4040-252 exam    | C4040-252 exam    | 70-483 exam    | mb2-703 exam    | C4040-252 exam    | C4040-252 exam    | 70-417 exam    | mb2-703 exam    | C4040-252 exam    | C4040-252 exam    | 200-120 exam    | 200-120 exam    | 220-802 exam    | 200-120 exam    | 70-417 exam    | 200-120 exam    | 70-331 exam    | 70-483 exam    | C4040-252 exam    | 200-120 exam    | 70-483 exam    | C4040-252 exam    | C4040-252 exam    | 70-412 exam    | mb2-703 exam    | 70-417 exam    | 200-120 exam    | mb2-703 exam    | 70-412 exam    | 70-483 exam    | C4040-252 exam    | 70-412 exam    | 220-802 exam    | 70-412 exam    | mb2-703 exam    | 70-417 exam    | 70-412 exam    | 70-483 exam    | 220-802 exam    | mb2-703 exam    | 70-331 exam    | 70-483 exam    | 70-483 exam    | 200-120 exam    | C4040-252 exam    | 70-417 exam    | mb2-703 exam    | 70-331 exam    | 220-802 exam    | 220-802 exam    | 200-120 exam    | 70-483 exam    | 70-483 exam    | 220-802 exam    | 70-412 exam    | C4040-252 exam    | 70-483 exam    | 200-120 exam    | 70-483 exam    | 70-412 exam    | 70-483 exam    | 70-412 exam    | 220-802 exam    | 200-120 exam    | 70-417 exam    | 70-483 exam    | C4040-252 exam    | 70-417 exam    | C4040-252 exam    | 70-461 exam    | 70-412 exam    | 070-410    | 70-410    | 70-488    | 70-461    | MB5-705    | 200-120    | 70-486    | 70-411    | 70-480    | 70-346    | 70-462    | 70-347    | 70-412    | 70-483    | 70-417    | MB2-703    | 70-331    | 220-802    | C4040-252    | C_TADM51_731    | 1Z0-061    | 70-487    | 400-101    | CCD-410    | 100-101    | MB2-700    | 1Z0-060    | 70-463    | EX200    | C4040-250    | 300-115    | 640-554    | 70-533    | 70-532    | VCP550    | 1Z0-803    | 220-801    | 300-101    | 70-467    | 70-486    | CCA-332    | 1Z0-567    | 70-412    | 70-465    | 9A0-127    | 050-699    | E22-189    | 70-347  | 70-688  | 70-336  | 70-484  | 210-455  | AND-401  |