• Liverpool Football Club
  • Liverpool Football Club Indonesia
  • Became Fan
  • Follow Us

Prematch LFC vs Newcastle

Minggu yang sibuk bagi klub-klub Liga Primer Inggris. Pada masa buka kado (boxing day) tak semua klub senang dengan hasil yang didapat. Untuk klub sebesar Liverpool FC, rentetan hasil seri sejak sebelum boxing day adalah buruk. Dakwaan yang memberatkan lainnya yakni hasil itu didapatkan pada saat melawan klub-klub semenjana. Sialnya, kebanyakan diantaranya justru saat di kandang yang dikenal angker bagi lawan yang bertandang, Anfield.

Musim ini, LFC menjadi salah satu tim dengan pertahanan terbaik di EPL. Hanya 14 kali kebobolan dari 18 pertandingan. Bukan melulu kontribusi gemilang seorang kiper atau solidnya duet bek tengah bahkan juga disiplinnya para bek sayap. Sistem permainan LFC secara keseluruhan yang memungkinkan gawang Pepe Reina lebih jarang dibobol musim ini. Sayangnya, 'obat' ini baru bekerja parsial, belum memberi efek pada lini penyerangan. LFC menjadi klub papan atas yang paling minim menjebol gawang lawan.

Pemanfaatan atas peluang yang minimalis inilah yang menyebabkan LFC tidak sering mengecap kemenangan. Banyak yang menilai bahwa ketidakberuntungan juga campur tangan di situ. Banyaknya bola yang mampir menerpa tiang dan mistar gawang dan juga sejumlah penalty yang gagal dikonversi menjadi gol. Algojo-algojo macam Luis Suarez, Dirk Kuyt, dan Charlie Adam gagal menunaikan tugasnya. Sebagian lainnya menduga bahwa kesialan itu output dari tidak maksimalnya penampilan beberapa pemain. Maka menjadi kehilangan yang sangat besar, ketika Lucas Leiva harus menepi dalam waktu yang lama karena dia adalah salah satu pemain yang bermain eksepsional musim ini.

Pun sebaliknya, kehadiran sang kapten Steven Gerrard menjadi penyejuk. Selain memberi dampak tehnik pada permainan, Gerrard juga menyuntikkan semangat bagi rekan-rekannya. Pada sedikit kesempatan bermain musim ini, Stevie G menunjukkan ketrampilan dan visi mengumpannya yang membantu kreativitas penyerangan. Selain itu ketepatan taklingnya juga membentengi lini pertahanan dari serangan langsung lawan. Nah kabar baiknya adalah Gerrard juga akan menemukan gawang tim yang cukup banyak dia bobol, Newcastle United.

Newcastle sendiri datang dengan modal moral yang baik sebagai imbas atas kemenangan tandang mereka atas Bolton. Hal ini menyebabkan The Magpies hanya berselisih poin satu dengan The Reds. Tanpa bintang membuat Newcastle menjadi suatu unit yang bermain kolektif. Hanya Demba Ba yang terlihat menonjol dengan torehan 17 golnya. Namun pengetahuan para mantan pemain The Magpies ini bisa berguna. Termasuk tradisi kemenangan kandang yang berpihak ke LFC.

Musim lalu, Kenny Dalglish sukses mengangkat LFC di separo musim terakhir. Kita pun berharap, LFC bangkit dan memulai kebiasaan menang dimulai sejak melawan Newcastle nanti. Motivasi Newcastle menyalip LFC juga menjadi keuntungan buat LFC. Tim tamu mungkin tidak memilih untuk parker bus atau bertahan total sekadar mencuri poin.

"When we stand together as a family, we can achieve great things" - Kenny Dalglish