• Liverpool Football Club
  • Liverpool Football Club Indonesia
  • Became Fan
  • Follow Us

The Academy

Tidak banyak tim sepakbola selevel Premier League yang kapten maupun wakilnya tidak saja produk akademi, tapi juga anak-anak lokal. Ini adalah salah satu kebanggaan Liverpool yang sayangnya semakin mendekati akhir dari siklusnya. Steven Gerrard saat ini telah berusia 31 tahun dan baru saja kembali dari rehabilitasi cedera panjang selama 6 bulan, sementara wakilnya Jamie Carragher telah memasuki masa senja karirnya di usianya yang beberapa bulan lagi akan mencapai 34 tahun. Memang mereka belum 'habis' dan diharapkan masih dapat diandalkan untuk beberapa tahun mendatang, tetapi sangat disayangkan sampai saat ini belum ada lagi lulusan akademi yang terlihat segera akan bermain di tim inti, apalagi menjadi pemimpin tim.

Apakah yang berubah di akademi LFC sejak lulusan-lulusan seperti Gerrard, Michael Owen dan Carra mampu merebut posisi di tim inti bertahun-tahun lalu? Banyak yang menyalahkan kecenderungan mendatangkan pemain asing atau pemain 'sudah jadi' dari tim lain sebagai penyebabnya. Apalagi pemain-pemain berbanderol murah atau bahkan 'gratisan' yang fungsinya adalah menambal kekosongan di tim yang dianggap menghalangi kesempatan bermain pemain-pemain muda dari akademi. Dalam beberapa hal ini mungkin ada benarnya. Suporter lebih memilih melihat Jon Flanagan di bangku cadangan daripada Philipp Degen, juga lebih mendukung Jack Robinson dibanding Paul Konchesky. Tampilnya kedua pemain muda tersebut mendatangkan banyak pujian diberikan kepada gaffer terkini LFC, Kenny Dalglish, terlebih atas keberaniannya memasang keduanya melawan tim sekelas Arsenal di liga.

Namun patut dicatat bahwa pada saat itu, selain badai cedera membuat pilihan di tangan Kenny saat itu tidaklah banyak, LFC juga secara teknis dalam posisi nothing to lose saat berusaha keluar dari bayang-bayang kesuraman peninggalan rezim Christian Purslow dan Roy Hodgson. Waktu yang tepat memberikan kesempatan bagi anak-anak muda di saat pemain-pemain senior sedang mengalami keadaan mental yang terpuruk. Di musim ini, walaupun mereka seringkali masih menjadi bagian dari skuad, tapi kesempatan untuk tampil pun menipis seiring datangnya pemain-pemain baru dan kembalinya pemain-pemain lama dari cedera. Bahkan di ajang Carling Cup pun, Kenny lebih banyak memakai pemain seniornya.

Baca selanjutnya di Walk On Edisi Desember 2011 Vol 4

"When we stand together as a family, we can achieve great things" - Kenny Dalglish